Sabtu,
Pemberdayaan Perkebunan Traditional Menyediakn Berbagai Produk Pertanian Belanja Benih,Pupuk dan Perlengkapan Pertanian Dengan Harga Murah
Pelatihan Penjulan Produk Hasil Tani Memudahkan anda menjual produk dan jasa pertanian di komunitas kami Tersedia Paket Grtasi dan Berbayar
Komunitas Usaha Lokal Konsep sharing ilmu untuk pengembangan pertanian dan perkebunan Hubungi kami Contact Us

Berita

1. 27/12/2017 21:00
Pengertian Bagi Hasil Yang di Terapkan sesuai syariat islam

Alhamdulillah. Allah sudah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya permasalahan ekonomi, baik skala mikro (kecil) ataupun skala makro (besar).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS An-Nahl: 89)

Allah subhanahu wa ta’ala juga mengatur seluruh permasalahan yang berhubungan dengan pengembangan usaha bisnis, investasi dan pembagian keuntungan, sehingga umat ini bisa menjalankan usahanya tanpa harus berkecimpung dalam riba dan dosa.

Di antara produk Islam di dalam bidang ekonomi adalah Al-Mudharabah (bagi hasil). Al-Mudharabah ini bisa menjadi salah satu solusi untuk bisnis skala kecil maupun besar, terlebih lagi untuk orang-orang yang:

  1. Punya skill (kemampuan) dan pengalaman tetapi tidak punya modal.
  2. Punya modal yang uangnya ‘menganggur’ di bank tetapi tidak memiliki skill (kemampuan) dan pengalaman dan tetapi juga menginginkan keuntungan.
  3. Orang yang tidak punya kedua hal di atas, tetapi bisa diajak bekerja dan bekerjasama.

Ketiga kekuatan ini apabila digabungkan, insya Allah akan menjadi kekuatan yang besar untuk ‘mendongkrak’ perekonomian Islam.

Di zaman nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hal ini sudah biasa dikenal. Di dalam fiqh, bagi hasil disebut Al-Mudharabah atau Al-Muqaradhah. Hal ini diperbolehkan dan disyariatkan. Di antara dalilnya adalah sebuah atsar dari Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu:

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ أَنَّهُ كَانَ يَدْفَعُ الْمَالَ مُقَارَضَةً إِلَى الرَّجُلِ وَيَشْتَرِطُ عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَمُرَّ بِهِ بَطْنَ وَادٍ وَلاَ يَبْتَاعُ بِهِ حَيَوَانًا وَلاَ يَحْمِلَهُ فِى بَحْرٍ فَإِنْ فَعَلَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَقَدْ ضَمِنَ ذَلِكَ الْمَالَ قَالَ فَإِذَا تَعَدَّى أَمْرَهُ ضَمَّنَهُ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ.

“Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, dulu beliau menyerahkan harta untuk diusahakan sampai ajal tertentu. Beliau memberi syarat pada usahanya agar jangan melewati dasar wadi (sungai kering), jangan membeli hewan dan jangan dibawa di atas laut. Apabila pengusahanya melakukan satu dari ketiga hal tersebut, maka pengusaha tersebut wajib menjamin harta tersebut. Apabila pengusahanya menyerahkan kepada yang lain, maka dia menjamin orang yang mengerjakannya.”[1HR Ad-Daruquthni dalam Sunananya no. 3033 dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra VI/111 no. 11944. Syaikh Al-Albani men-shahih-kannya dalam Al-Irwa’ no. 1472.]

Bagaimana sebenarnya aturan Al-Mudharabah dalam Islam? Apa saja persyaratan yang harus terpenuhi agar Al-Mudharabah tidak terjatuh kepada perbuatan riba dan dosa?

Insya Allah soal-soal tersebut akan dijawab pada artikel ini.

Al-Mudharabah (bagi hasil) memiliki lima unsur penting (rukun), yaitu:

  1. Al-Mudhaarib (pemilik modal/investor) dan Al-‘Amil (pengusaha bisnis)
  2. Shighatul-aqd (yaitu ucapan ijab dan qabul/serah terima dari investor ke pengusaha)
  3. Ra’sul-maal (modal)
  4. Al-‘Amal (pekerjaan)
  5. Ar-Ribh (keuntungan)

Di dalam Al-Mudharabah, Al-Mudhaarib (investor) menyerahkan ra’sul-maal (modal) kepada Al-‘Amil (pengusaha) untuk berusaha, kemudian keuntungan dibagikan kepada investor dan pengusaha dengan prosentase (nisbah) yang dihitung dari keuntungan bersih (ar-ribh).

Pengusaha tidak mengambil keuntungan dalam bentuk apapun sampai modal investor kembali 100 %. Jika modalnya telah kembali, barulah dibagi keuntungannya sesuai prosentase yang disepakati.

Di dalam Al-Mudharabah kedua belah pihak selain berpotensi untuk untung, maka kedua belah pihak berpotensi untuk rugi. Jika terjadi kerugian, maka investor kehilangan/berkurang modalnya, dan untuk pengusaha tidak mendapatkan apa-apa.

Apabila terjadi kerugian, maka investor tidak boleh menuntut pengusaha apabila pengusaha telah benar-benar bekerja sesuai kesepakatan dan aturan, jujur dan amanah.

Investor bisa menuntut pengusaha apabila ternyata pengusaha:

  • Tafrith (menyepelekan bisnisnya dan tidak bekerja semestinya), seperti: bermalas-malasan, menggunakan modal tidak sesuai yang disepakati bersama.
  • Ta’addi (menggunakan harta di luar kebutuhan usaha), seperti: modal usaha dipakai untuk membangun rumah, untuk menikah dll.

Inilah garis besar permasalahan dalam Al-Mudharabah. Dan selanjutnya akan penulis rinci satu persatu.

A. Investor dan Pengusaha

Investor dan pengusaha adalah orang-orang yang diperbolehkan di dalam syariat untuk menggunakan harta dan bukan orang yang dilarang dalam menggunakan harta, seperti: orang gila, anak kecil yang belum mumayyiz, orang yang dibatasi penggunaan hartanya oleh pengadilan dan lain-lain.

Anak yang belum baligh tetapi sudah mumayyiz boleh menjadi investor atau pengusaha, meskipun ada perselisihan pendapat dalam hal ini.

B. Akad

Akad Al-Mudharabah membutuhkan kejelasan dari kedua belah pihak. Dan kejelasan tersebut tidak diketahui kecuali dengan lafaz atau tulisan. Oleh karena itu, ijab-qabul (serah terima) modal, harus terpenuhi hal-hal berikut:

– Adanya kesepakatan jenis usaha

– Adanya keridhaan dari kedua belah pihak

– Diucapkan atau ditulis dengan lafaz yang jelas dan bisa mewakili keinginan investor maupun pengusaha

Karena akad ini adalah akad kepercayaan, maka sebaiknya akad tersebut tertulis dan disaksikan oleh orang lain. Apalagi di zaman sekarang ini, banyak orang yang melalaikan amanat yang telah dipercayakan kepadanya.

C. Modal

Para ulama mensyaratkan empat syarat agar harta bisa menjadi modal usaha. Keempat syarat tersebut yaitu:

– Harus berupa uang atau barang-barang yang bisa dinilai dengan uang

Para ulama berijma’ bahwa yang dijadikan modal usaha adalah uang. Tetapi mereka berselisih pendapat tentang kebolehan menggunakan barang-barang yang dinilai dengan uang. Pendapat yang kuat adalah pendapat yang mengatakan hal tersebut diperbolehkan. Karena sebagian orang tidak memiliki uang dan sebagian lagi hanya memiliki barang, padahal barang tersebut di dalam usaha juga sangat dibutuhkan sehingga harus mengeluarkan uang untuk mengadakannya.

Sebagai contoh adalah ruko (rumah toko). Ruko di tempat yang strategis sangat prospek untuk membuka lahan usaha. Ruko tersebut dihitung harga sewanya, misalkan, satu tahun sebesar Rp 40 juta, maka secara akad dia berhak memiliki saham senilai Rp 40 juta.

– Harus nyata ada dan bukan hutang

Seorang investor tidak boleh mengatakan, “Saya berinvestasi kepadamu Rp 10 juta tetapi itu hutang saya dan nanti saya bayar.”

– Harus diketahui nilai harta tersebut

Modal yang dikeluarkan harus diketahui nilainya dan tidak boleh mengambang. Misalkan ada seseorang berinvestasi Rp 100 juta, yang lain berinvestasi 1000 sak semen dan yang lain berinvestasi batu bata 100 ribu bata, maka semuanya harus dinominalkan dulu dengan uang. Misalkan 1000 sak semen dihargai dengan Rp 80 juta. Dan 100 ribu bata dengan Rp 70 juta. Sehingga diketahui perbandingan masing-masing modal yang dikeluarkan oleh investor agar bisa dibagi secara adil ketika mendapatkan keuntungan.

– Harus diserahkan kepada pengusaha

Modal dari investor harus diserahkan kepada pengusaha, sehingga modal tersebut bisa diusahakan. Modal tersebut tidak boleh ditahan oleh investor.

D. Jenis Usaha

Tidak ada pembatasan jenis usaha di dalam Al-Mudharabah. Al-Mudharabah bisa terjadi pada perdagangan, eksploitasi hasil bumi, properti, jasa dan lain-lain. Yang paling penting usaha tersebut adalah usaha yang halal menurut syariat Islam.

E. Keuntungan

Para ulama mensyaratkan tiga syarat dalam pembagian keuntungan

– Harus ada pemberitahuan bahwa modal yang dikeluarkan adalah untuk bagi hasil keuntungan, bukan dimaksudkan untuk pinjaman saja.

– Harus diprosentasekan keuntungan untuk investor dan pengusaha

Keuntungan yang diperoleh juga harus jelas, misal untuk investor 40% dan pengusaha 60%, 50% – 50%, 60% – 40%, 5 % – 95% atau 95% – 5%. Hal ini harus ditetapkan dari awal akad.

Tidak diperkenankan membagi keuntungan 0% – 100% atau 100% – 0%.

Besar prosentase keuntungan adalah bebas, tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.

– Keuntungan hanya untuk kedua belah pihak

Tidak boleh mengikut sertakan orang yang tidak terlibat dalam usaha dengan prosentase tertentu. Misal A adalah investor dan B adalah pengusaha. Si B mengatakan, “Istri saya si C harus mendapatkan 10 % dari keuntungan.” Padahal istrinya tidak terlibat sama sekali dalam usaha. Apabila ada orang lain yang dipekerjakan maka diperbolehkan untuk memasukkan bagian orang tersebut dalam prosentase keuntungan.

Kapankah pembagian keuntungan dianggap benar?

Keuntungan didapatkan apabila seluruh modal investor telah kembali 100%. Jika modal investor belum kembali seluruhnya, maka pengusaha tidak berhak mendapatkan apa-apa.

Oleh karena itu, Al-Mudharabah memiliki resiko menanggung kerugian untuk kedua belah pihak. Untuk investor dia kehilangan hartanya dan untuk pengusaha dia tidak mendapatkan apa-apa dari jerih payahnya.

Sebagai contoh, di akhir pembagian hasil, pengusaha hanya bisa menghasilkan 80% modal, maka 80% tersebut harus diserahkan seluruhnya kepada investor dan pengusaha tidak mendapatkan apa-apa.

Apakah boleh pengusaha mengambil jatah perbulan dari usahanya?

Apabila hal tersebut masuk ke dalam perhitungan biaya operasional untuk usaha, maka hal tersebut tidak mengapa, contoh: uang makan siang ketika bekerja, uang transportasi usaha, uang pulsa telepon untuk komunikasi usaha, maka hal tersebut tidak mengapa.

Tetapi jika dia mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, maka hal tersebut tidak diperbolehkan.

Sebelum modal kembali dan belum mendapatkan keuntungan maka usaha tersebut beresiko rugi. Oleh karena itu, tidak diperkenankan pengusaha mengambil keuntungan di awal, karena pengusaha dan investor tidak mengetahui apakah usahanya nanti akan untung ataukah rugi.

Bagaimana solusinya agar pengusaha yang tidak memiliki pekerjaan sampingan selain usaha tersebut bisa mendapatkan uang bulanan untuk hidupnya?

Apabila pengusaha berhutang kepada simpanan usaha tersebut sebesar Rp 3 juta/bulan, misalkan, dan hal tersebut disetujui oleh investor, maka hal tersebut diperkenankan.

Hutang tersebut harus dibayar. Hutang tersebut bisa dibayar dari hasil keuntungan nantinya.

Apabila pengusaha berhutang Rp 10 juta, misalkan, dan ternyata pembagian keuntungannya dia mendapatkan Rp 15 juta, maka Rp 15 juta langsung dipergunakan untuk membayar hutangnya Rp 10 juta. Dan pengusaha berhak mendapatkan Rp 5 juta sisanya.

Akan tetapi, jika tenyata pembagian keuntungannya hanya Rp 8 juta, berarti hutang pengusaha belum terbayar seluruhnya. Pengusaha masih berhutang Rp 2 juta kepada investor.

Dan yang perlu diperhatikan dan ditekankan pada tulisan ini, dalam Al-Mudharabah, keuntungan didapatkan dari prosentase keuntungan bersih dan bukan dari modal.

Adapun yang diterapkan di lembaga-lembaga keuangan atau perusahan-perusahaan yang menerbitkan saham, keuntungan usaha didapatkan dari modal yang dikeluarkan, dan modal yang diinvestasikan bisa dipastikan keamanannya dan tidak ada resiko kerugian, maka jelas sekali ini adalah riba.

Setelah membaca paparan di atas, tentu kita akan mengetahui hikmah yang sangat besar di dalam syariat kita. Bagaimana syariat kita mengatur agar jangan sampai terjadi kezaliman antara pengusaha dengan investor, jangan sampai terjadi riba dan jangan sampai perekonomian Islam melemah sehingga tergantung dengan orang-orang kafir.

Coba kita bayangkan jika seluruh usaha baik kecil maupun besar menerapkan sistem bagi hasil ini, maka ini akan menjadi solusi yang sangat hebat agar terhindar dari berbagai macam riba yang sudah membudaya di masyarakat kita.

Ini juga menjadi solusi bagi orang-orang yang tidak memiliki modal sehingga bisa memiliki usaha mandiri dan ini juga menjadi solusi untuk orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Sungguh indah syariat Islam, karena dia berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian. Mudahan bermanfaat.

Maraji’:

  • Al-Mudharabah fi Asy-Syari’ati Al-Islamiyah. Abdullah bin Hamd bin ‘Utsman Al-Khuwaithir. Kunuz Isybilia.
  • As-Sunan Al-Kubra. Abu Bakr Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi. Majlis Dairatil-Ma’arif.
  • Sunan Ad-Daruquthni. Abul-Hasan ‘Ali bin ‘Umar Ad-Daruquthni.
  • Syarhul-Mumti’. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
  • Dan lain-lain.
2. 02/11/2016 14:12
Peluang Sektor Tanaman Herbal Yang Sangat Besar

Prof. Dr. Supriyatna, Apt., “Jamu Banyak Tapi Masih Sedikit yang Jadi Herbal Terstandar”

Sumber [Unpad.ac.id, 26/08/2014] 
Masyarakat Indonesia patut bersyukur dikaruniai Tuhan dengan berbagai tanaman obat yang berlimpah. Tak heran para nenek moyang kita banyak mewariskan berbagai ramuan pengobatan tradisional dalam bentuk jamu-jamuan. Sayangnya dari berbagai ramuan jamu yang kita miliki tersebut, baru sedikit sekali yang telah memenuhi standar yang telah ditentukan

Prof. Dr. Supriyatna, Apt (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Guru besar Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Dr. Supriyatna, Apt., mengatakan, Indonesia memiliki sekira 1600-an jamu warisan nenek moyang. Jamu-jamuan tersebut masih merupakan racikan asli tanpa penelitian dan pengujian lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, baru sekira 30-an diantaranya yang telah ditetapkan sebagai obat herbal terstandar. Maksudnya, jamu tersebut telah distandardkan sifat-sifat fisika dan kimianya serta memiliki aktivitas farmakologi dengan binatang percobaan.

Selanjutnya, dari jumlah tersebut, baru sekira 10 obat herbal terstandar yang kemudian ditingkatkan lagi menjadi fitofarmaka yaitu jamu yang sudah dicobakan kepada manusia, telah diuji klinik, sehingga setara dengan obat sintetik. “Jumlah ini pun belum menyentuh penyakit-penyakit yang banyak diderita masyarakat. Baru untuk kebugaran, stamina, kecantikan dan sejenisnya,” tutur guru besar Farmakognisi dan Fitokimia tersebut saat diwawancarai beberapa waktu yang lalu di kampus Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor.

Prof. Supriyatna menjelaskan bahwa sedikitnya jumlah jamu yang telah menjadi fitofarmaka tersebut dikarenakan mahalnya biaya penelitian dan pengujian jamu-jamu tersebut, hingga menyebabkan harga jualnya meningkat tajam. Saat ini belum banyak pengusaha jamu yang mau mengeluarkan biaya sebesar itu untuk pengujian produk-produk mereka sehingga setara dengan obat sintetik. Selain itu, lanjut Prof. Supriyatna, dokter-dokter kita pun masih jarang memberikan jamu fitofarmaka tersebut kepada pasien-pasiennya.

Jamu-jamuan sendiri lebih banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan alternatif. Dalam pengobatan konvensional, dokter lebih memilih obat sintetis daripada jamu fitofarmaka. Menilai hal tersebut, Prof. Supriyatna mengatakan perlu adanya ketegasan politis dan pemasaran yang baik untuk meningkatkan pamor jamu Indonesia. “Perlu ada orang kuat dari sisi regulasi, seperti Menteri Kesehatan yang memiliki wewenang tersebut,” ujarnya.

Obat sintetis sendiri awalnya diproduksi negara Barat karena mereka tidak memiliki hutan yang sekaya hutan Indonesia. Karena pemasaran mereka yang kuat, bangsa Indonesia yang sejak dahulu lebih banyak menggunakan jamu-jamuan, ikut-ikutan bergeser menggunakan obat sintetis. Tidak seperti jamu tradisional masyarakat Cina dan India yang berhasil menembus pasar internasional dan banyak dipasarkan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Belum lagi hutan-hutan kita pun ikut-ikutan dihabisi sehingga keanekaragaman hayatinya semakin berkurang.

Baru memasuki awal tahun 2000-an, Presiden SBY membuat sebuah gebrakan dalam meningkatkan performa jamu tersebut. Melihat jamu itu memiliki kekuatan tinggi, ia lalu mencanangkan program Saintifikasi Jamu (SJ). Saat ini menurut Prof. Supriyatna baru ada sekira 4 macam SJ untuk penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol dan asam urat.

Berkaca pada hal tersebut, selain dari unsur regulasi, political will dan pemasaran yang baik, Prof. Supriyatna pun menjelaskan pentingnya peran akademisi dalam pengembangan penelitian jamu ini. Dari sekian banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jurusan atau fakultas farmasi, sebaiknya fokus mengembangkan 1600-an jamu tersebut. “Dari jumlah tersebut dibagi ke setiap jurusan farmasi di Indonesia untuk diteliti dan dikembangkan lebih jauh. Jadi jangan sampai ada duplikasi penelitian,” ujar dosen kelahiran Bandung, 2 Maret 1945 ini.

Selain itu, pengembangan jamu dari sisi akademik juga dapat dilakukan melalui program sister university dengan universitas di negara lain yang juga aktif mengembangkan penelitian di bidang obat herbal ini. Selain itu pola kerja sama lainnya adalah melalui program ABG yaitu, Academic-Business-Government, yang melibatkan pengusaha dan pemerintah.

Saat ini, jamu-jamuan masih banyak ditemukan dijual bebas tanpa jelas kandungannya. Sejatinya, jamu-jamuan tersebut murni menggunakan bahan alami. Namun pada kenyataannya banyak pengusaha jamu yang mencampur dengan bahan sintetis yang justru memiliki efek samping yang merugikan penggunanya. Cara kerja jamu memang lebih lamban dari pada obat sintetis. Sehingga banyak pengusaha jamu yang menambahkan bahan kimia/sintetis untuk mempercepat reaksinya. Untuk itu, Prof. Supriyatna senantiasa mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan jamu tersebut.

“Selain mengetahui kandungannya, perhatikan juga kode yang tercantum pada kemasan jamu tersebut, seperti TR untuk obat tradisional. Yang lebih penting, belilah di apotik atau toko obat yang teregistrasi, jangan membeli jamu di sembarang tempat,” tutur mantan Dekan FMIPA Unpad periode 1995-2001 ini.

Laporan oleh: Marlia / eh *

3. 05/07/2016 09:31
Cara Deposit Pulsa KSU GAP
Untuk melakukan deposite pulsa silahkan transfer terlebih dahulu ke rekening di bawah ini :
Rek      : BCA
No Rek : 0402142527
A/n      : Tutang Rohiman Jayana

Setelah melakukan transfer silahkanj komfirmasi dengn ketik :
SUKSES#ID MEMBER # NO HP # JUMLAH TRANSFER#TGL/BLN/THN#NAMA PENGIRIM
Contoh :
SUKSES#GAP091#085223400455#500000#05/07/2016#WAHYU NURSALAM

Kirm ke no center : 081353213334

Kurang dari 10 Menit saldo anda akan terisi sistem server pulsa kami
4. 04/07/2016 16:57
Harga Pulsa Ksu Gap

HARGA PULSA KSU GAP

Indosat

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,500

10

10000

10,500

20

20000

20,350

25

25000

25,300

50

50000

50.100

100

100000

99,500

5S

5000

5,500

5G

5000

5,500

10G

10000

10,500

10S

10000

10,500

25G

25000

25,550

25S

25000

25,550

 

 

 

 

XL     

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

 

5

5000

5,800

 

10

10000

10,800

 

25

25000

25,300

 

50

50000

50,300

 

100

100000

100,300

 

 

AXIS

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,800

10

10000

10,800

25

25000

25,300

50

50000

50,300

100

100000

100,300

 

TELKOMSEL

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,700

10

10000

10,700

20

20000

20,500

25

25000

25,300

50

50000

49,450

100

100000

98,300

 

TRI

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

1

1000

1,425

2

2000

2,400

3

3000

3,400

4

4000

4,400

5

5000

5,400

10

10000

10,300

20

20000

20,350

30

30000

30,200

50

50000

49,800

100

100000

99,500

 

        PLN           

 

 

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

 

P20

20,000

20,500

 

P50

50,000

50,500

 

P100

100,000

100,500

 

P200

200,000

200,500

 

P500

500,000

500,500

 

P1000

1,000,000

1000,500

 

 

SMARTFREN

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,550

10

10000

10,550

20

20000

20,525

25

25000

25,550

50

50000

50,550

100

100000

100,550

 

ESIA


KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,300

10

10000

10,300

20

20000

19,800

25

25000

24,300

50

50000

48,300

100

100000

98,300

 

FLEXY

KODE PRODUK

NOMINAL

HARGA

5

5000

5,600

10

10000

10,500

20

20000

20,300

25

25000

25,500

50

50000

50,500

100

100000

99,350

 

 

PULSA DATA
----------------------------------------------------------------------------


INDOSAT DATA & BB
I1GB: 26500
I2GBEXTRA: 35500
I2GB: 40000
I45GB: 40500
3GB3BLN: 50000
GAUL1BLN: 54500
I4GBEXTRA: 55500
I95GB: 70000
I6GBEXTRA: 70500
I5GB: 78000
GAUL3BLN: 83000
IBBFULL: 83000
I2GBEXTRA: 30500
I4GBEXTRA: 50500
I6GBEXTRA: 65500
(Kuota ekstra Indosat dipakai Jika masa aktif internet masih panjang tetapi kuotanya habis)

XL DATA
XD25: 25000 (XL HOTROD 24JAM 500MB, 30hari)
XD30: 30000 (XL HOTROD 24JAM 600MB, 30hari)
XD50: 50000 (XL HOTROD 24JAM 1,5GB, 30hari)
XD60: 60000 (XL HOTROD 24JAM 2GB, 30hari)
XD100: 100000 (XL HOTROD 24JAM 4.5GB, 30hari)
XD120: 120000 (XL HOTROD 24JAM 6GB, 30hari)

AXIS DATA
 AXD1GB: 19000
AXD2GB: 29000
AXD3GB: 46500
AXD5GB: 84000
AGB: 33000 (Axis Unlimite 1 bulan)

TELKOMSEL DATA
(Kuota berbeda-beda mengikuti zona yang ditetapkan telkomsel)

TD5: 5650 (20MB, 7hari)
TD10: 10650 (50MB, 7hari)
TD20: 20400 (200MB, 7hari)
TD25: 25500 (300MB, 30hari)
TD50: 49300 (80MB, 30hari)
TD100: 97650 (2,5GB, 30hari)

THREE DATA
T20MB: 2150
T80MB: 5100
T300MB: 9800
T1GB: 19000
T650MB: 19600
T1250MB: 32150
T2GB: 33500
T3GB: 48000
T4GB: 57500
T5GB: 71000
T4250MB: 80500
T6GB: 82500
T8GB: 108000
T10GB: 133500

 

 Paketan++ NetMax Three

T5500MB: 42000 (500 MB 24 Jam + 5GB 00-12)

T7GB: 72000 (2GB 24 jam + 5GB 00-12)

 

 

Keterangan :

 

  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing operator ybs dan di infokan di setiap reply transaksi anda.
  • Anda bisa cek harga update kami langsung dari server kami setelah anda terdaftar meskipun saldo anda masih NOL.

 

 

5. 23/06/2016 14:45
Pemberitahuan Maintenance
Dari mulai tanggal 23 Juni 2016 (Sekarang) sampai 24 Juni 2016 (Besok) website perusahaan akan melakukan pemindahan server ke server yang mempunyai kapasitas lebih besar. Dengan semakin banyaknya member yang join dan banyaknya aktivasi-aktivasi member PT. Global Agro Profite Tbk maka perusahaan melakukan perbaikan system termasuk pemindahan server kepada kapasitas yang lebih besar.
 
Terimakasih atas kunjungannya ke website resmi PT. Global Agro Profite Tbk

 

Dukungan online

Tlp Office : (0265) 7540078 Sms Center : 0895329024566
Costumer Service
Cs aktivasi
Cs Produk
Cs Global
Cs Support

Berita terkini

27/12/2017 21:00
Pengertian Bagi Hasil Yang di Terapkan sesuai syariat islam
Alhamdulillah. Allah sudah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk di dalamnya permasalahan ekonomi, baik skala mikro (kecil) ataupun skala makro (besar). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْ... 
02/11/2016 14:12
Peluang Sektor Tanaman Herbal Yang Sangat Besar
Prof. Dr. Supriyatna, Apt., “Jamu Banyak Tapi Masih Sedikit yang Jadi Herbal Terstandar” Sumber [Unpad.ac.id, 26/08/2014]  Masyarakat Indonesia patut bersyukur dikaruniai Tuhan dengan berbagai tanaman obat yang berlimpah. Tak heran para nenek moyang kita banyak mewariskan berba... 
05/07/2016 09:31
Cara Deposit Pulsa KSU GAP
Untuk melakukan deposite pulsa silahkan transfer terlebih dahulu ke rekening di bawah ini :Rek      : BCA No Rek : 0402142527A/n      : Tutang Rohiman JayanaSetelah melakukan transfer silahkanj komfirmasi dengn ketik :SUKSES#ID MEMBER # NO HP # JUMLAH TRANS... 
04/07/2016 16:57
Harga Pulsa Ksu Gap
HARGA PULSA KSU GAP Indosat KODE PRODUK NOMINAL HARGA 5 5000 5,500 10 10000 10,500 20 20000 20,350 25 25000 25,300 50 50000 50.100 100 100000 99,500 ... 
23/06/2016 14:45
Pemberitahuan Maintenance
Dari mulai tanggal 23 Juni 2016 (Sekarang) sampai 24 Juni 2016 (Besok) website perusahaan akan melakukan pemindahan server ke server yang mempunyai kapasitas lebih besar. Dengan semakin banyaknya member yang join dan banyaknya aktivasi-aktivasi member PT. Global Agro Profite Tbk maka perusahaan m... 

Testimonial

Uyeh S.ag M.pd :
Meraih kesejahteraan hidup dan ehid...
" Uyeh S.ag M.pd Email : uyehbudi@ymail.com No. Telepon : 085323001234 Website : http://www.agroprofite.com/?ref=gap187 Bisnis yang cocok bagi bagi siapa saja yang sedikit modal, tidak punya lahan pertanian tapi untung melimpah, Bisnis ini ... "